Perbandingan Aktivitas Ekstrak Etanol, Aseton, Etil Asetat dan n-heksan dari Sargassum polycystum Sebagai Agent Sun Protection

Penulis

  • Fitriyanti Jumaetri Sami Bagian Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar
  • Amriani Saprab Bagian Farmasetika dan Teknologi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar
  • Marwati Bagian Biologi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar
  • Syamsu Nur Bagian Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar
  • Sitti Hardina Bagian Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar
  • Jasty Patongloan Bagian Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar
  • Alfad Fadri Bagian Farmasetika dan Teknologi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar

Kata Kunci:

Sargassum polycystum, ekstrak, tabir surya, spektrofotometer UV-Vis, SPF

Abstrak

Pencarian bahan alam laut yang berpotensi sebagai tabir surya sehingga
dapat melindungi kulit dari radiasi sinar UV yang berasal dari matahari
sehingga dapat mencegah gangguan atau kerusakan kulit, sangatlah
penting dalam decade ini. Penetapan potensi tabir surya yang baik dapat di
lihat dari kemampuannya menyerap atau memantulkan sinar UV. Rumput
laut adalah tanaman tingkat rendah yang lebih dikenal dengan nama
talus. Salah satu jenis rumput laut adalah Sargassum polycystum (rumput
laut coklat) yang mengandung senyawa kimia yang dapat berpotensi
sebagai kandidat agen sun protection. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui aktivitas ekstrak etanol, aseton, etil asetat dan n-heksan dari
Sargassum polycystum sebagai agen sun protection berdasarkan nilai SPF
menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Potensi tabir surya ditentukan
berdasarkan nilai transmisi eritema (%Te) dan transmisi pigmentasi
(%Tp) serta nilai Sun protection Factor (SPF), dengan panjang gelombang
290-320 nm yaitu panjang gelombang untuk sinar UV B. Hasil penelitian
diperoleh ekstrak etil asetat dengan konsentrasi 350 ppm memiliki nilai
SPF tertinggi yaitu 8 dengan kategori proteksi ekstra, sedangkan ekstrak
etanol pada konsentrasi 125 ppm dengan nilai SPF 1,4 tidak masuk kategori
karena nilai SPF yang sangat rendah. Ekstrak aseton dan n-heksan pada
konsentrasi 400 ppm memiliki nilai SPF tertinggi yaitu 2 dan 3.2 dengan
kategori proteksi minimal.

Unduhan

Diterbitkan

2024-01-18