Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Temu Putih (Curcuma zedoaria) dengan metode DPPH

Penulis

  • Hamdayani Lance Abidin Program Studi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar, Sulawesi Selatan
  • Astuti Amin Program Studi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar, Sulawesi Selatan
  • Nurlaela Program Studi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar, Sulawesi Selatan

Kata Kunci:

Antioksidan, Curcuma zedoaria, Daun Temu Putih, DPPH

Abstrak

Tanaman temu putih (Curcuma zedoaria) salah satu tanaman di Indonesia
yang sering dikomsumsi masyarakat sebagai pengobatan karena dipercaya
mampu menyembuhkan beberapa penyakit. Temu putih merupakan famili
Zingiberaceae yang kaya akan metabolit sekunder, khususnya senyawa
curcumin yang diketahui sebagai obat dari salah satu penyakit paling
berbahaya di dunia, yaitu kanker rahim. Tujuan penelitian ini yaitu untuk
mengetahui ekstrak daun temu putih mengandung senyawa yang memiliki
aktivitas antioksidan. Ekstraksi daun temu putih diperoleh dengan
metode maserasi menggunakan etanol 70%. Skrining senyawa kimia
dengan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) untuk menentukan
kelompok senyawa aktif dalam ekstrak. Senyawa metabolit sekunder
pada ekstrak daun temu putih yaitu steroid dan tanin. Uji aktivitas
antioksidan menggunakan metode perendaman DPPH diukur serapan
pada panjang gelombang 516 nm dan dibandingkan dengan kekuatan
kuarsetin antioksidan. Hasil uji antioksidan diperoleh hasil dengan nilai
IC50 sebesar 85,56 µg/mL yang menunjukkan ekstrak daun temu putih
memiliki antioksidan dengan kategori kuat. Kesimpulan yang dapat ditarik
dari hasil penelitian tersebut adalah kekuatan antioksidan ekstrak etanol
temu putih lebih rendah dibanding kuarsetin.

Unduhan

Diterbitkan

2024-01-18